Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Daerah

Refleksi September Hitam, BEM UIT Ajak Mahasiswa Mengingat Sejarah dan Mengawal Kebijakan

16
×

Refleksi September Hitam, BEM UIT Ajak Mahasiswa Mengingat Sejarah dan Mengawal Kebijakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Makassar, petirnews.net | Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Timur (BEM UIT) menggelar kegiatan refleksi September Hitam sekaligus memperingati Hari Tani Nasional di pelataran Kampus 5 Universitas Indonesia Timur (UIT), Makassar, (24/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk kembali mengingat berbagai peristiwa kelam dalam sejarah bangsa sekaligus mendiskusikan persoalan kebangsaan dan sosial yang masih relevan hingga saat ini.

Example 300x600

BEM UIT mengajak mahasiswa Universitas Indonesia Timur untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang diisi dengan sejumlah agenda, di antaranya pembacaan sejarah tragedi kelam masa lalu, diskusi mengenai kebijakan bangsa, pembacaan puisi, serta doa bersama.

Presiden Mahasiswa BEM UIT, Muh. Taufiq, mengatakan kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sekadar menjadi agenda seremonial untuk mengenang berbagai peristiwa sejarah.

Menurutnya, mengingat sejarah merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran mahasiswa agar mampu memahami persoalan bangsa sekaligus mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi.

“Sejarah harus terus diingat, sebab sejarah yang tidak diingat akan kehilangan maknanya. Apa yang kami lakukan bukan hanya sekadar mengenang, tetapi juga menjadi bentuk kontrol sosial agar peristiwa-peristiwa kelam tersebut tidak terulang kembali,” ujar Muh. Taufiq.

Ia menambahkan, mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal berbagai kebijakan publik. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami persoalan secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membaca, mengkaji, dan mengawasi kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu melihat bagaimana kebijakan itu dibuat dan bagaimana dampaknya terhadap masyarakat. Karena itu, ruang-ruang diskusi seperti ini penting untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa,” lanjutnya.

Selain refleksi sejarah, BEM UIT juga mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi. Kampus dinilai tidak cukup hanya menghasilkan mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga perlu membentuk generasi yang memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan kebangsaan.

Melalui kegiatan refleksi September Hitam dan peringatan Hari Tani Nasional tersebut, BEM UIT berharap mahasiswa tidak berhenti pada aktivitas mengenang sejarah. Mahasiswa diharapkan mampu memahami sejarah, membaca realitas sosial, mengawal kebijakan publik, serta mengambil peran dalam menghadirkan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa sebagai bentuk refleksi bersama sekaligus penghormatan terhadap berbagai peristiwa dan persoalan kemanusiaan yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *