Petirnews.Net -Gowa .Brutal “korban perundungan 2 orang siswa kakak beradik Muhammad Adam Hidayat (7) kelas 2 SD dan kakak nya Alif (8) kelas 3 SD bersekolah di SD Inpres Biringkaloro Pallangga Desa Parangbanoa Kecamatan Pallangga Kab Gowa Adiknya Adam hidayat kini mendapatkan perawatan medis akibat luka berat yang di alaminya ,orang tua korban perundungan Sucifitriani dan swaminya merasa keberatan akan hal ini dan meminta tanggung jawab pihak sekolah beserta keluarga pelaku namun tidak di hiraukan bahkan Sucifitriani seolah di intimidasi oleh oknum kepala sekolah dan pihak keluarga pelaku padahal Sucifitriani hanya mencari keadilan atas insiden yang telah di alami anak nya.
Menurut kronologis kejadian “ibu Adam menceritakan kepada awak media Sabtu malam 30 November 2024 di rumah nya jalan Rappokalling kota Makassar ,dengan nada sedih ia bercerita awal mula peristiwa naas yang menimpa kedua anak lelaki nya Adam dan Alif Selasa 28 Agustus 2024 dimana ketika itu Adam ke sekolah saat dia berbelanja di kantin tiba-tiba Satria pelaku penganiayaan kakak kelas nya duduk di kelas 5 SD meminta uang jajan ke Adam namun Adam tak kasih ,Satria merasa jengkel tak di berikan uang dia lansung menonjok muka Adam hingga Adam lari masuk kekelas nya mencari guru nya untuk melaporkan perbuatan Satria namun guru yang di carinya tak berada di dalam kelas,tidak sampai di situ Satria masih mengejar Adam ke kelasnya Adam sangat ketakutan dia ingin ke kantor kepala sekolah ingin mencari gurunya tapi tiba-tiba “dengan sengaja kaki Adam di tenta oleh Satria hingga Adam jatuh terlentang di lantai ruang kelas nya di situlah Satria dengan brutal nya menginjak-injak kemaluan Adam, perut ,dada dan lehernya sepatu nyapun di lempar beberapa siswa melihat kejadian itu bahkan sempat ada guru nya yang membantu Adam berdiri dan bertanya ada apa? Anak-anak pun bilang ,Adam di pukul oleh Satria lalu guru itu mencubit Satria supaya jangan mengulangi lagi perbuatan nya .
Waktu pulang sekolah Adam memberitahu ke ibu nya jika dia dianiaya Satria,saat itu ibu nya tak menanggapi aduan nya karena Suci menganggap ini hal biasa persoalan anak-anak,namun setelah kejadian itu ,Adam mengeluh sakit bagian dada nya,dan paling menyakitkan anak nya tak dapat buang air kecil,dia merintih kesakitan,air seni nya tidak bisa keluar membuat Suci tidak bisa menerima kenyataan ini” kala itu anaku ngotot menyuruhku kesekolah nya ,waktu saya kesekolah, anak-anak yang melihat kejadian itu menyampaikan kesaya ,dia katakan”tante-tante Adam di injak-injak sama Satria gara-gara minta uang tapi tidak di kasih ,saya pun emosi mendengarnya “hatiku kecilku berkata betul yang di katakan anaku bahwa dia telah di aniaya Satria tanpa berfikir Panjang lansung saya mendatangi wali kelas nya pelaku,menanyakan hal ini kepadanya ,dia bertanya ke Satria apakah memang betul kau yang injak-injak Adam?Satriapun menjawab “ia bu saya minta uang nya dia tak kasih makanya saya pukul ,ok sekarang minta maaf dan jangan ulangi lagi perbuatan mu kalau kau lakukan itu apa sangsi nya ? dengan nada bersalah Satria berjanji jika saya mengulangi perbuatan saya siap di keluarkan dari sekolah ini”ucap nya akhir nya kedua nya berdamai ke esokan hari nya Sucifitriani kesekolah meminta izin ke wali kelas nya Adam ibu Ainun untuk di bawah berobat,ibu Ainun meminta maaf kepada Suci akan perbuatan siswa di sekolah nya lantaran dirinya tak bisa mengawasi semua siswa nya dan berharap Adam cepat sembuh .Suci membawa anak nya berobat di klinik pengobatan rasa sakit yang di alami korban agak mendingan satu minggu kemudian Adam merasa kesakitan lagi akhir nya di bawa kerumah sakit Ibnu Sina,Adam pun di periksa oleh Dokter, Suci di tanyai kenapa Anak nya ,dengan spontan Suci menjawab saya tidak tahu dok”kenapa anaku seperti itu,dia mengeluh sakit dada nya,perut nya dan kemaluan nya “saat itu Suci tak mau jujur ke Dokter jika mengatakan yang sebenar nya pasti di tolak BPJS pihak rumah sakitpun mengambil Tindakan medis setelah di periksa intensif oleh Dokter yang menangani nya Adam akhirnya di obsevasi untuk segera di lakukan Operasi di kemaluan nya sebelum Operasi Adam memang sudah pernah di rawat duluan karena tak kunjung sembuh Adam pun di Operasi bahkan Suci menanyakan hal ini ke pihak sekolah supaya mereka datang melihat kondisi anak nya yang terbaring lemah di rumah sakit seorang guru meminta di serlok kan lokasi nya bangsal nya supaya mereka kesana menjenguk nya Suci yang menunggu kedatangan guru,kepala sekolah dan orang tua pelaku tak kunjung datang dengan sangat kecewa Suci tak bisa berbuat apa-apa akhirnya Suci mendatangi pihak sekolah dengan harapan ingin meminta tanggung jawab sekolah dan pelaku atas apa yang di alami anak nya karena swami nya sangat keberatan dengan kejadian ini
Sesampainya di sekolah Suci menceritakan bahwa anak nya di Operasi akibat penganiayaan berat yang di lakukan siswa nya,kepala sekolah (Kartini ) dengan lantang mengatakan ke Suci”ada saksi ta bu jika anakta di pukuli ? Sucipun menjawab banyak siswa yang melihat lalu salah satu siswa yang menyaksikan insiden itu di panggil atas nama Al diapun bercerita di depan guru dan kepala sekolah nya “Al pun bercerita gamblang bahwa betul Adam di injak lehernya,perut nya dada nya dan burung nya sama Satria karena tidak di kasih uang kepala sekolah yang mendengar perkataan siswa nya hanya berkata main-main ji itu bohong-bohongji itu mungkin “Al pun membantah betul itu ibu saya lihat dia di pukuli Ungkap nya ! Suci hanya minta tanggung jawab kepala sekolah dengan keluarga pelaku karena kejadian nya di sekolah “namun di sayangkan keluarga Satria seakan tidak mempercayai jika Adam kondisi phisik nya memprihatinkan “salah seorang keluarga pelaku mengaku dari dinas mengatakan jika Adam bisa diperiksa Kembali di rumah sakit nya RS Amanah ,Suci menolak dia tidak mau anak nya di pindahkan dari Ibnu Sina dia khawatir jika diagnose pemeriksaan nya nanti ada rekayasa tidak sesuai penyakit yang di derita anaku “tutur nya kepada Media .
Dia meminta tanggung jawab nya jika memang merasa bertanggung jawab atas apa yang di lakukan Satria. keluarga pelaku Cuma mau membantu uang sebanyak 100 ribu rupiah “saya menolak tidak sebanding dengan kondisi anak saya yang telah di Operasi walaupun ditanggung BPJS tapi ada obat yang di beli di luar dari BPJS yang sampai saat ini Suci tak pernah mendapat bantuan dari pihak pelaku semestinya kepala sekolah melakukan mediasi antara korban dan keluarga pelaku bagaimana jalan keluarnya sehingga semua dapat terselesaikan dengan baik namun sebalik nya saya di tindis terus oleh oknum kepala sekolah dan keluarga Satria bukan mau beritikad baik atas perbuatan Satria justru saya seolah di intimidasi bahkan kepala sekolah mengancam saya untuk di laporkan kepolisi karena saya di tuding melakukan pemerasan ,saya hanya meminta tanggung jawab keluarga pelaku jika anak saya butuh biaya besar untuk pengobatan nya ,saya ini orang tidak mampu biaya nya itu bisa saja sampai jutaan rupiah dimana saya harus mencari uang sebanyak itu,saya hanya meminta ada itikad baik nya 100 ribu itu tidak cukup biaya anak saya yang sementara masih rawat jalan terserah bagaimana bentuk tanggung jawab ta apakah obat yang kita tanggung sampai dia sehat ataukah berupa uang pembeli obat ujar Suci kepada keluarga pelaku bila hanya 100 ribu mending saya melapor ke pihak berwajib agar anaku di visum nanti hasil visum nya bisa di tahu bahwa sakit anak saya tidak main-main keluarga pelakupun mengatakan janganki melapor ke polisi sama hal nya kita melakukan pencemaran nama baik sekolah ‘balas nya .akhirnya keluarga pelaku pun bersedia penuhi permintaanku dan ada guru yang akan mediasi hal ini supaya semua nya jelas ‘lama saya tunggu niat baik nya ternyata tidak ada juga bantuan itu seribu rupiahpun saya belum pernah menerima bantuan nya . nah belum lama ini anaku Adam kesekolah dia diganggu lagi oleh Satria, Adam menyampaikan ke saya ,dengan rasa kesal saya ke rumah nya pelaku menanyakan Satria berulah lagi,kasihan anak saya sudah korban penganiayaan sehingga kemaluan nya di operasi,kenapa mau di pukuli lagi..? keluarga nya pun mengatakan kesaya kenapaki datang di rumah. saya kira sudah selesaimi ini persoalan , saya tidak kerumah ta karena sudah saya kasih ki uang 1 juta rupiah”saya pun heran “dimana kita kasihka saya tidak pernah melihat bentuk nya itu uang seperti apa ? ucapku kepada nenek nya dia pun menjawab uang itu sudah kuserahkan ke guru nya buat biaya pengobatan Adam “pungkas nenek nya kepada Suci. Maka nya saya tidak kerumahta menjenguk Adam .
Suci hanya sabar dan ikhlas menerima cobaan ini”biarlah Tuhan yang membalas apa yang telah di lakukan nya kepada saya,jangankan mau membantu biaya pengobatan datang kerumah saja untuk meminta maaf tidak ada padahal pintu rumah terbuka lebar untuk mereka, tandas nya,
Yang paling menyedihkan anaku korban perundungan Alif dan Adam kok justru di keluarkan dari Sekolah nya apakah ini merupakan solusi..? ini tidak benar seharus nya kepala sekolah bijak dalam hal ini jangan berat sebelah mungkin karena saya orang awam dan masyarakat miskin sehingga saya tidak bisa mencari keadilan “ungkap nya dengan nada haru
Alif hanya di tempeleng saja sama Satria tidak separah adik nya Adam kami selaku orang tua Adam dan Alif meminta pihak Dinas pendidikan turun tangan dalam persoalan ini setidak nya menegur kepala sekolah yang tidak bisa bertanggung jawab jika ada siswa mengalami perundungan .kekerasan phisik seperti anaku jangan ada lagi korban lain nya yang terjadi di Sekolah Biringkaloro Pallangga “papar nya .
Restu lembaga saksi korban yang mendampingi Adam dan Alif menyayangkan pihak kepala sekolah dan keluarga pelaku tidak punya rasa tanggung jawab akan kasus ini,bahkan Restu baku chat dan telponan lewat WA kepala sekolah (Kartini ) mempertanyakan ada nya kasus perundungan yang di alami siswa nya malah Restu medapat jawaban kasar dari kepala sekolah Restu di tuduh orang bayaran ,membuat berita bohong Restu merasa keberatan atas tuduhan itu dan meminta kepihak dinas Pendidikan mengambil tindakan
Kasus perundungan atau bullying memiliki dasar hukum yakni pasal 76C Undang-undang nomor 35 tahun 2014 larangan melakukan kekerasan terhadap anak pelaku yang melanggar pasal ini bisa di jerat pidana penjara paling lama 3 tahun 6 blan dan denda paling banyak 72 juta ,pasal 1 angka 6 nomor 36 tahun 1999 tentang Ham (hak asasi manusia),pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan pasal 26 ayat 1 UU 35 2014 .mengingat Bulying adalah tindakan kekerasan terhadap anak maka berdasarkan pengaturan dalam UU perlindungan anak dan perubahan nya UU nomor 1 2024 KUHP dan UU nomor1 2023 Bulying dan perundungan termasuk sebagai tindak pidana (Ani Hasan ).



















