Makassar petirnews.net – Ketua DPC Projo Kota Makassar Adv. Ir. Kristoforus Essau S.H., menanggapi pernyataan sejumlah elite PDI Perjuangan yang uring-uringan setelah kalah dalam Pilpres 2024.
“Lebih baik introspeksi diri atas kekalahan Capres yang di usung oleh PDIP yang berada di posisi ke tiga dari 3 (tiga) kontestan, ketimbang menghina Jokowi. Tindakan yang tidak dewasa seperti itu sangat disayangkan,“ katanya pada hari ini, Minggu (05/05/2024).
Kris juga menjelaskan bahwa dalam Pileg 2024 walaupun Hasil Pileg memang menunjukkan PDIP masih menempati posisi puncak, namun perolehan suaranya turun signifikan dibandingkan Pemilu 2019.
Bukannya melakukan evaluasi internal, elite PDIP justru bermanuver dengan menstigma negatif Presiden Joko Widodo dan Wapres Terpilih Gibran Rakabuming Raka.
“Itu tanda bahwa PDIP ternyata belum dewasa dalam berpolitik ketika kalah,“ ujarnya.
Di sisi lain, Kris melanjutkan, dalam situasi apa pun Jokowi tidak pernah menyerang dan mendeskreditkan PDIP berikut para pemimpinnya, termasuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Jokowi tetap santun dalam berpolitik walaupun mendapatkan perlakuan yang tidak pantas dari elite-elite PDIP.
Menurut Kris, masyarakat tahu bahwa Jokowi banyak memberikan nilai tambah bagi kemajuan dan pencapaian PDIP selama masa pemerintahannya pada 2014-2024.
Meski begitu, Jokowi dan Gibran yang jadi sasaran karena PDIP kalah Pilpres 2024, sampai tidak diakui atau dipecat sebagai kader PDIP.
“oleh sebab Ketua DPC Projo Kota Makassar akan pasang badan untuk membela Pak Jokowi dan Mas Gibran,“ tutur Kris #



















