Gowa, Petirnews.net| Lembaga Poros Rakyat Indonesia. “CV. Sengka Mandiri, sebuah perusahaan yang bergerak di industri konstruksi, saat ini sedang berada dalam sorotan karena reputasi buruknya. 5 februari 2024.
Humas Lembaga Poros Rakyat Ridwan Makkulau bahwa ada kekhawatiran yang muncul perusahaan tersebut memungkinkan tidak menjaga kualitas dan kuantitas bangunan jembatan yang mereka kerjakan.
Indikasi ini muncul karena Material, upah kerja dan sewa alat, serta gaji buruh angkut material hingga detik ini masih ada kurang lebih 200 juta rupiah di selewengkan.
Beberapa poin penting yang wajib di pertimbangkan, dalam konstruksi pekerjaan jembatan Boong Bonto Sunggu Buakkang Kecamatan Bongaya adalah standar perencanaan, seperti kualitas campuran untuk pondasi sumur bor (K 250) termasuk yang perlu di pertanyakan, apakah Jembatan Boong betul sesuai perencanaan pemakaian pondasi sumur bor. sisi lain mutu pekerjaan balok serta plat beton (K 350). Namun, dalam pengecoran manual yang dilakukan oleh CV. Sengka Mandiri, tidak ada jaminan bahwa kualitas betonisasi akan mencapai standar kelayakan (K 350).
Di tegaskan kembali oleh Ridwan Makkulau bahwa CV. Sengka Mandiri dikabarkan memiliki masalah keuangan, termasuk tidak membayar material atau upah kerja yang totalnya mencapai kurang lebih 200 juta rupiah.
Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa perusahaan tersebut mungkin mengorbankan kualitas bangunan demi menghemat biaya.
Kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk kembali memeriksa kualitas dan kuantitas pekerjaan tersebut, dan jika perlu libatkan tenaga Ahli yang memahami pekerjaan kontruksi jembatan, jangan ada pembiaran.
Dalam industri konstruksi, kualitas dan integritas adalah segalanya. Situasi yang dihadapi oleh CV. Sengka Mandiri ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk selalu memprioritaskan kualitas dan kejujuran dalam setiap proyek konstruksi.” Tutup Humas Lembaga Poros Rakyat Indonesia Ridwan Makkulau.
Lembaga Poros Rakyat Indonesia.



















