Gowa-Petirnews.net/Program MBG (Makan Bergizi Gratis) adalah program unggulan Presiden Prabowo dan wakil nya Gibran Rakabuming tahun 2025 , merupakan langkah kongkrit dengan tujuan meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan gizi pada kelompok sasaran penerima program tentunya pemerintah pusat telah menyediakan regulasi sebagai pondasi dalam pelaksanaan MBG.
makan bergizi gratis lounching perdana di mulai 6 Januari 2025 secara serentak di seluruh Indonesia Badan gizi nasional di beri kewenangan menangani program tersebut dengan membentuk SPPG (satuan pemenuhan pelayanan gizi) melibatkan Stacholder terkait termasuk TNI ada 26 provinsi di Indonesia yang mendapatkan MBG salah satu nya Sulsel termasuk Kabupaten Gowa
Kepala Bidang Perikanan Ir Ma’aruf saat di temui wartawan Selasa 21/1/2025 di ruang kerjanya ‘ menuturkan “program makan bergizi gratis suatu program yang baru pertama kali di laksanakan di negara kita, sebelum nya belum pernah ada dimana sektor perikanan di tunjuk penuhi sektor pangan untuk program Presiden Prabowo, kesiapan bidang Perikanan pada dinas perikanan sangat mendukung program MBG tentunya kami akan berperan aktif membantu Kabupaten Gowa dalam hal menyediakan bahan baku nya , guna memenuhi kebutuhan gizi anak. ” ungkap nya
Lanjut Ir Ma’aruf dari awal kita sudah melaksanakan program pemerintah daerah bersumber dari APBD Kabupaten Gowa tahun 2024 sudah berjalan yakni pemberian bantuan bibit ikan nilai, Mas, dan lele kepada 200 pembudidaya ikan 10 sampai 12 kelompok,termasuk pakan nya sementara sarana nya terbuat dari kolam yang di lapisi terpal, ada juga mina padi tergantung keinginan masyarakat, namun yang paling efektif bisa menghasilkan banyak komuditi ikan nilai, mas, lele di wadah biogflok ketimbang mina padi “papar nya, dana yang di gelontorkan oleh pemda Gowa 500 juta dan akan berlanjut di 2025 .
bantuan ini menyebar keseluruh kecamatan , perkelompok jumlah 10000 ribu bibit ada peningkatan di tahun sebelum nya yang cuma 5000 bibit saja, “ungkap nya.
Dalam kaitan nya dengan makan bergizi gratis budidaya ikan konsumsi seperti nilai, lele, dan mas bisa di penuhi tergantung kebutuhan Sementara untuk tangkapan nelayan munkin kami belum bisa harapkan karena Gowa bukan daerah laut garis pantai yang di miliki nya hanya 1 kilometer saja , wilayah nya di kelilingi perbukitan sehingga potensi pembudidayaan ikan nilai, lele dan mas lebih signifikan apalagi di dukung dengan 4 balai benih otomatis bisa di produkasi guna memenuhi MBG
meskipun ada masyarakat yang berprofesi nelayan mereka pasti arah nya perairan Takalar ‘papar nya
Kita tak dapat pungkiri proposal pembudidayaan ikan membludak namun kemampuan daerah terbatas, permintaan petani budidaya ikan dapat direalisasikan lewat musrembang ” Ucap nya.
Ma’aruf juga menyampaikan ada program prioritas kita tahun 2025 bagaimana menurunkan angka kemiskinan ekstrim yang ada di Gowa , secara teknis membantu masyarakat yang mau bekerja sebagai pembudidaya ikan, disini kita membantu yang betul -betul miskin tidak punya lahan untuk melakukan budidaya, sehingga dalam mensukseskan program dari Dinas Perikanan Provinsi Sulsel kita di bantu camat, lurah, desa dusun dan lingkungan dalam menyediakan lokasi, bidang Perikanan membantu sarana bibit dan pakan serta wadah nya, dan hal ini sangat membantu menurunkan angka stunting yang ada di Kab Gowa “tandas nya. (Ani Hasan)



















