Makassar-Petirnews.net/Dua Program dinas pertanian Provinsi Sulsel yang telah di realisasikan untuk mendukung ketersediaan pangan nasional ,Opla (optimasi lahan) dan percetakan sawah baru “dimana kementrian pertanian tahun 2025 akan mewujudkan kedaulatan pangan salah satu upaya yang dapat di lakukan adalah dengan menerapkan kebijakan ekstensifikasi melalui perluasan sawah baru bekerjasama dengan TNI
target nasional 3 juta hektar tersebar di seluruh Indonesia yang di laksanakan secara bertahap 1 Juta hektar untuk daerah papua sementara 2 juta hektar di bagi ke Provinsi lain nya yang punya potensi percetakan sawah Sulsel sendiri di upayakan seluas 30 ribu hektar dari 23 kabupaten/kota saat ini sekitar 5853 hektar data lahan nya sudah di input di dinas pertanian 8 kabupaten yang masuk permohonan nya yakni Sidrap,Luwu Timur,Luwu Utara,Wajo,Bone,Soppeng,Barru,namun tak menutup kemungkinan akan bertambah lagi,kami hanya menunggu Kabupaten mana lagi yang siap pembukaan lahan percetakan sawah baru “Ungkap Ir Mario Mega .MP Kabid Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel saat di wawancarai di ruang kerjanya Jumat 13 Desember 2024 lalu ‘
Dia mengatakan percetakan sawah baru tidak serta merta lansung di fungsikan ,itu bertahap di lakukan “nah ada beberapa syarat yang harus di penuhi lahan yang akan di jadikan sawah harus memiliki status kepemilikan yang jelas tidak pernah di jadikan sawah sebelum nya memiliki kemiringan kurang dari 8 persen ,sumber air nya cukup mengairi lahan,ada petani yang mengelolah lahan tersebut dalam hal petani penggarap,infrastruktur sarana dan prasarana yang memadai seperti jalan produksi dan jaringan irigasi,kelayakan agroklimat ,kelayakan tanah harus di perhatikan,kelayakan teknologi seperti benih yang cocok untuk wilayah setempat ,ada system pengendalian hama,dan ketersediaan puppuk,kelayakan social dan ekonomi produksi yang di hasilkan harus sesuai dengan kebutuhan kita berharap ada shering anggaran dari pusat,Provinsi dan kabupaten agar program ini berjalan optimal “beber nya .
Lanjut di katakan Optimasi lahan tahun 2024 telah terlaksana dengan baik sekitar 15 ribu hektar quota Sulsel mulai Januari sampai Desember terealisasi termasuk Bone dapat kemudian tahun 2025 rencana dari kementrian pertanian 27 ribu hektar sementara yang sudah masuk usulan nya melalui CPCL (calon petani calon lahan ) Soppeng,Pinrang dan Enrekang dimana Enrekang di 700 hektar potensi nya 2000 hektar ,Soppeng 1000 potensi nya 3000 hektar tak dapat di pungkri bahwa Opla di Sulsel potensi lahan nya 94 ribu hektar .
OPLA (optimasi lahan) merupakan program dari kementrian pertanian untuk meningkatkan hasil pertanian ,program ini bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman atau provitas tanaman pangan seperti padi melalui perbaikan penataan lahan dan tata air “dan hal ini dibantu oleh TNI imbuh nya (Ani Hasan )



















