Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaMakassarPeristiwaSorotan

HJ Nurcaya Korban Penganiayaan Justru Dijadikan Tersangka’Nyaris Tewas Ditikam”Minta Keadilan Hukum Di Tegakkan

262
×

HJ Nurcaya Korban Penganiayaan Justru Dijadikan Tersangka’Nyaris Tewas Ditikam”Minta Keadilan Hukum Di Tegakkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Makassar-Petirnews.net/Hj Nurcahya korban penganiayaan justru di jadikan tersangka “nyaris tewas di tikam oleh pelaku Singara ,dimana Singara pada saat peristiwa itu terjadi melaporkan Hj Nurcahya ke polisi dengan ancaman pasal 351 ayat 1 KUHP kedua nya saling baku lapor di polsek Biringkanayya “HJ Nurcahya anak perempuan nya atas nama Nurifa yang melapor Ketika ibunya dalam kondisi bersimbah darah di larikan kerumah sakit umum Daya untuk mendapatkan perawatan medis .

Adapun isi laporan polisi nya nomor LP/B/183/V/2024/SPKT/Polsek Biringkanaya/Polrestabes Makassar Polda Sulsel 13 Mei 2024 pukul 20.31 wita laporan nya di terima oleh pihak kepolisian bahwa  terjadi tindak pidana dugaan penganiayaan UU no 1 1946 tentang KUHP sebagaimana yang di maksud dalam pasal 351 yang terjadi di jalan poros Katimbang Biringkanaya kota makassar pada hari senin 13 Mei 2024 pukul 16.00 wita dengan terlapor atas nama Singara menurut keterangan pelapor selaku anak kandung korban pada saat korban ada di rumah nya dan mendapatkan info dari tetangga nya bahwa korban telah berselisih paham dengan tetangga nya pr Singara sehingga terjadi perkelahian antara korban dan pr Singara ,korban mengalami luka robek pada tangan kanan nya dan berada di rumah sakit Daya selanjutnya laporan tersebut di proses

Example 300x600

dari  hasil lidik dan penyidikan   hingga berkas perkara nya di  P21 kemudian    dilimpahkan kekejaksaan dan sudah masuk ke pengadilan tinggi Makasar untuk tahap persidangan .namun di sayangkan selama Nurifa melapor ke polisi Singara tidak di tahan padahal sudah jelas melakukan tindakan pidana murni .

HJ Nurcahya yang kini jadi seorang terdakwa sedang menjalani  persidangan “dia berharap ada keadilan berpihak kepada nya atas apa yang di alami nya  memohon agar di jatuhkan putusan bebas dari Majelis hakim .lantaran terdakwa adalah korban penganiayaan yang nyaris tewas akibat sebilah pisau yang di gunakan Singara sebagai pelapor

Cerita pilu Hj Nurcahya kepada Awak media beberapa waktu lalu Jumat 15 November 2024”dia menceritakan mengapa insiden berdarah ini bisa terjadi?apa yang membuat singara senekad itu ingin membunuh diri nya ?

Dengan suara agak serak dan mata nya berkaca-kaca ‘dia mengatakan ,saya dan Singara bertetangga hanya tembok  pagar yang menjadi pembatas ,dimana perumahan yang aku tempati berdampingan dengan rumah Singara yang kebetulan dia penduduk asli di daerah sekitar perumahan ,namun di sayangkan Singara sekeluarga termsuk ibunya sering menjemur padi di depan pintu pagar rumah saya ,yang saya beserta anak lelaki ku Alif keluar masuk lewat situ sehingga kami merasa terhalangi dengan cara nya Singara menjemur padi di situ,saya pun keberatan dan menegur nya dengan bahasa yang santun pada saat itu “kenapaki menjemur disitu’dimana kami mau lewat kalau mau keluar?jemuran padi mu menghalangi jalanan kami.”ucap nya Singara pun tidak terima di tegur begitu ,sehingga berbagai macam cara yang dia lakukan untuk membalas kata-kata ku,selain menjemur padi di depan rumahku diapun menanam sayu-sayuran,bahkan sempat buat pagar di situ juga  dan sayapun  semakin merasa di injak-injak oleh ulah nya “apa yang saya sampaikan Singara dan keluarga tidak peduli ,bahkan sebelum malam tahun baru 2023 lalu  anak nya Singara membunyikan petasan ,karena saya orang sakit tidak bisa dengar letupan petasan “saya tegur anak nya dengan baik”di sanaki main petasan jangan di depan rumah,saya orang sakit kasian”anak nya pun tidak hiraukan dan mungkin  saja dia melapor ke orang tua nya sampai Singara mengeroyok ku dia pukul saya ember 3 kali di kata-katain di suruh keluar dan di sirami air dalam rumah dengan bahasa kotor ,di katai pincang  tapi saya sabar,

Sebelum kejadian naas itu,swaminya bernama Sahar  juga pernah memukuli kepala ku dengan botol dan meninju muka ku ,saya pun menelpon Binmas,Babinsa tapi yang datang hanya Pak Binmas ,Binmas menyampaikan kesaya,kalau terjadi perselisihan karena jalan masuk perumahan di pakai bangun pagar atas izin pemilik perumahan ,tetapi itu masih wilayah lokasi rumahku yang saya beli dia jadikan pagar tidak ada jalan untuk kami  hanya tembok sebagai pembatas rumah nya ,semestinya dia minta izin ke saya juga “ucap hj Nurcahya yang biasa di sapa Hj Caya dari situlah kami sering cekcok dengan  Singara seakan-akan mau menguasai kami,bahkan pernah acara pengantin keluarga nya teras rumah saya dalam keadaan terkunci dia pake pesta ,elekton dia taruh di situ ,pagarku di samping  di rusak,orang mana yang tidak sakit hati di perlakukan seperti ini ? keluh HJ Caya .

Pada saat saya mau di aniaya Singara,swaminya bilang,jangan kamu mau di kalah dengan orang pincang keluarko lawanki ,bunuh ki “itu ucapan nya Swami nya Singara kepada istrinya ,kebetulan saya mau pergi menjual jalankote ada pesanan nya orang mauku  buatkan ,”pas saya keluar Bersama anak lelakiku alif bawa jajanan Jalangkote,Singara tiba-tiba menjambak rambutku dan menjatuhkanku ketanah,saya  berusaha memegang keranjang jalangkoteku  ‘agar tidak tumpah di tanah sementara pegang lombok nya ,tiba-tiba saya terguling jatuh ke tanah di samping tembok rumahku tas yang saya salempang mungkin tidak sengaja terbuka ,Singara melihat pisau dapur yang saya beli waktu kepasar  ,ada di dalam tas ,saya lupa menyimpan nya di dapur, itu yang dia ambil untuk menyayat tangan kananku saya berusaha melepaskan diri dari tikaman nya,sampai jari nya saya gigit sehingga pisau itu terlepas dari tangan nya,alif teriak menangis melihat saya bersimbah darah  sambil mengambil gambar melalui hp ku ,terasa perih pisau yang dia iris ke lengan ku untung nya bukan nadiku yang kena seandai nya tidak mungkin saya sudah tewas “ujar Hj Caya.saat kejadian itu ada ibu nya Singara,dansalah seorang lelaki mengendarai motor,ada di situ waktu kejadian,karena darah di tanganku mengalir deras,sampai saya tak berdaya lagi ,sempat saya dengar orang tua nya(ibu nya ) Singara bicara”sudahmo ,mati mi itu,tak lama kemudian saya tidak sadar kan diri .sampai saya di bawa kerumah sakit “.saya  ini ingin  di bunuh ,”papar nya .kepada Wartawan”sambil menangis tersedu-sedu”

Coba di bayangkan tangan kanan hj Caya yang kena sayatan pisau begitu dalam sudah di operasi,mengakibatkan cacat seumur hidup,tangan nya kaku untuk di gerak kan sehingga Hj Caya tak bisa bekerja lagi untuk membiayai hidup nya   Hj Caya masih minum obat sampai sekarang,jika  tidak efek nya ngilu dan sakit,Alif anak bungsu Hj Caya usia 8 tahun seharus bersekolah ,tidak sekolah dia sebagai tulang punggung ibu nya  mencari nafkah setiap hari jadi tukang parkir buat mereka makan berdua,dan hal yang paling di takuti Hj Caya ,takut pulang kerumah nya dalam situasi seperti ini ,karena proses hukum tetap berjalan di pengadilan jangan sampai ada ancaman-ancaman bagi dia ,karena Hj Caya hanya tinggal berdua dengan anak bungsu nya swaminya pensiunan polisi sudah lama meninggal ,anak perempuan nya dan sudah berkeluarga,anak lelaki yang sudah menikah juga tidak tinggal serumah dengan Hj Caya “Itu ungkapan nya “(Ani Hasan ).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *