Petirnews.net | Takalar – Jika surat audiensi yang diajukan tak kunjung direspon, 500 petani gula Takalar siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran. Lembaga Poros Rakyat Indonesia (LPRI) mendukung penuh rencana aksi tersebut dan mengingatkan Bupati Takalar untuk tidak meremehkan kekuatan rakyat. 25 November 2025.
LPRI menilai, kesabaran petani gula sudah habis. Setelah surat audiensi diabaikan, tidak ada pilihan lain bagi petani selain turun ke jalan untuk menuntut hak-hak mereka.

“Kami mendukung penuh rencana aksi 500 petani gula. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan kesewenang-wenangan pemerintah daerah,” ujar Ketua DPD Poros Rakyat Takalar, Mansur Dg. Rangka.
LPRI mengingatkan Bupati Takalar untuk tidak meremehkan kekuatan rakyat. Jika tuntutan petani tidak dipenuhi, aksi demonstrasi yang lebih besar dapat terjadi dan mengganggu stabilitas daerah.
“Bupati Takalar harus belajar dari pengalaman sebelumnya. Jangan sampai aksi demonstrasi yang awalnya damai berubah menjadi anarkis karena pemerintah daerah tidak mau mendengarkan aspirasi rakyat,” tegas Mansur Dg. Rangka.
LPRI mendesak Bupati Takalar untuk segera:
– Merespon surat audiensi petani gula dan menjadwalkan pertemuan untuk membahas masalah lahan PTPN.
– Menghindari tindakan represif terhadap petani yang melakukan aksi demonstrasi.
– Menunjukkan komitmen yang nyata untuk menyelesaikan masalah lahan PTPN dan menjamin hak-hak petani gula.
“Kami berharap Bupati Takalar dapat bertindak bijaksana dan menghindari terjadinya konflik yang lebih besar. Dengarkan aspirasi petani, penuhi tuntutan mereka, dan wujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat Takalar,” pungkas Mansur Dg. Rangka.
LPRI mengajak seluruh masyarakat Takalar untuk memberikan dukungan moral dan material kepada petani gula yang akan melakukan aksi demonstrasi. Bersama-sama, kita bisa memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat!
Tim Kerja Independen.
Lembaga Poros Rakyat Indonesia.



















