Takalar-Petirnews.net/Program unggulan Presiden RI Parbowo Subianto tahun 2025 menuju Indonesia Emas 2045 salah satunya adalah program makan bergizi Gratis dimana MBG telah di laksanakan secara serentak di seluruh Indonesia 6 Januari 2025 kepada 26 profensi termasuk Sulsel Badan gizi nasional yang di beri kewenangan secara teknis oleh pemerintah pusat menangani program MBG. di bantu SPPG (satuan pemenuhan pelayanan gizi) yang ada di masing-masing daerah penerima maanfaat
Yang di sasar bagi pelajar, lansia, bumil, dan balita , hal ini di apresiasi publik, dengan memberikan makanan yang di lengkapi menu empat sehat lima sempurna otomatis dapat mencerdaskan anak bangsa, selain itu dengan adanya MBG akan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kab Takalar dalam hal ini Dinas Peternakan pada bidang Pembibitan dan produksi ternak “Hj Ernawati SP. Msi selaku Kabid mendukung program Presiden ‘peran nya dalam menyediakan bahan baku tentu nya harus di perhatikan , sebelum program MBG di implementasikan ‘Bidang pembibitan dan produksi ternak telah melaksanakan program kerjanya dengan memberi bantuan ternak sapi, kambing, unggas berupa ayam petelur.kepada kelompok ternak untuk di kembangbiakan sehingga dapat terdeteksi jumlah populasi ternak yang ada diTakalar setiap tahun nya .
Saat di temui di ruang kerjanya tahun lalu Senin 23 Desember 2024 Hj Ernawati ” mengatakan kepada awak media “kami siap mendukung program Prabowo, kalau memang Dinas Peternakan ikut serta berperan di dalam nya, daging dan telur salah satu menu makan bergizi gratis kita akan layani apalagi kita memiliki kelompok ternak sapi dan ayam petelur ketersediaan untuk daging sapi 200 kilo pertahun, daging ayam 2 juta kilo pertahun dan hal itu sudah tercapai termasuk telur ayam 500 ribu kilo bisa di hasil kan ” ungkap nya kepada wartawan.
Lanjut dia katakan dinas Peternakan usia nya baru seumur jagung bidang Peternakan berdiri sendiri sebelum nya gabung di dinas pertanian tentunya membutuhkan sarana dan prasarana pendukung, baik sarana kantor maupun tenaga penyuluh, kita disini kondisi nya masih pas-pasan fasilitas kantor sangat kita butuhkan sekali,meskipun fasilitas seadanya kita tetap optimal bekerja ‘ungkap nya
Nah untuk mengelolah PAD. Kita cuma dapat dari biayai pemotongan hewan door to door kita lakukan jadi tak seberapa pemasukan PAD pajak potong hewan tak bisa di optimalkan, karena rumah pemotongan hewan yang kita miliki ada dua semuanya tidak berfungsi, seandainya nya pemerintah daerah fungsikan kembali RPH otomatis PAD bisa meningkat karena semua masyarakat yang mau memotong ternak pasti ke RPH sehingga dapat diketahui berapa jumlah ternak yang di potong setiap tahun nya “Ujar Hj Ernawati “(Ani Hasan)



















