Enrekang –Petirnews.net/ Atap plafon kalsiboard kantor yang beralamat di Jalan Panca Indah Bungawalie rubuh sekitar pukul 07.25 pagi, Senin (13/1/2025). Peristiwa ini langsung menarik perhatian berbagai pihak, termasuk media yang segera mendatangi lokasi untuk mendapatkan keterangan dari pihak terkait.
Kepala Dinas Pendidikan Enrekang, Jumurdin, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bukan semata-mata karena kerusakan alami, tetapi ada faktor lain yang memengaruhi.
“Plafon itu, selain sudah tua, juga sering terkena air. Akibatnya, plafon menjadi berat dan rapuh hingga akhirnya jatuh,” ujar Jumurdin saat ditemui di lantai satu kantor tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa plafon yang terbuat dari bahan kalsiboard memang memiliki kelemahan terhadap air. “Material ini jika terlalu sering terkena air akan menyerapnya, menjadi berat, dan kehilangan daya tahan,” tambahnya.
Menurut Jumurdin, plafon tersebut sudah ada sejak masa kepemimpinan Kepala Dinas almarhum Arfah. Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dalam insiden tersebut, seorang ibu yang berada di lokasi tidak mengalami cedera karena berada jauh dari titik runtuhnya plafon. Jumurdin juga mengakui bahwa plafon tersebut sengaja ditarik untuk memastikan keamanan jika runtuhnya menjadi tak terhindarkan.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeliharaan gedung secara berkala demi keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna fasilitas. Dinas Pendidikan Enrekang berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap kondisi bangunan di lingkup kantor.
(Yudi Emas)



















