Gowa- Petirnews.net/Lembaga Poros Rakyat Indonesia
Rabu 7 Agustus 2024
Projek Pembangunan Gedung Puskesmas Samata, Gowa, Sulawesi Selatan, telah menimbulkan kontroversi yang disorot oleh Lembaga Poros Rakyat Indonesia. Mereka mengkritik kurangnya perhatian terhadap pekerja lokal dengan indikasi bahwa kualitas SDM mereka dipertanyakan oleh pemerintah. Diketahui beberapa proyek menggunakan dana dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gowa namun menggandeng pekerja dari luar wilayah Gowa.
Kecaman ini membawa pertanyaan mengenai kesetiaan pemerintah Gowa kepada masyarakat pekerja, terutama buruh. Sejumlah proyek yang sedang berlangsung di Gowa diduga hanya mempekerjakan 95% pekerja dari luar daerah, menyisakan pekerja lokal sebagai penonton di tanah kelahirannya.
Contoh nyata adalah proyek-proyek seperti PDAM di Jalan Malino, galian pipa air bersih, dan galian pipa PLN di Jalan Malino, yang melibatkan pekerja dari Pulau Jawa dan kabupaten lain. Kejanggalan terbesar terjadi pada proyek Bangunan Gedung Puskesmas Samata di mana 99% pekerja merupakan warga asal Bulukumba.
Adanya indikasi bahwa pemakaian tenaga lokal akan menghambat kemungkinan penyimpangan dalam proyek, menyebabkan proyek-proyek di Gowa diperketat aksesnya dan membatasi orang yang tidak terlibat.
Lembaga Poros Rakyat Indonesia mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa untuk bertanggung jawab dan memprioritaskan kepentingan warganya daripada keberpihakan kepada kontraktor.
Mereka menegaskan bahwa menjamin pemakaian tenaga kerja lokal adalah hak yang tak terbantahkan, dan menolak penutupan akses pengawasan proyek yang tidak bisa dibenarkan.
Regulasi: Mendesak Pemakaian Tenaga Kerja Lokal dalam Proyek Pembangunan sebagai Prioritas Kebijakan Kabupaten Gowa
Sumber.
Tiem Kerja Independen
Lembaga Poros Rakyat Indonesia.



















