Gowa, Petirnews.net | Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batang Kaluku di Kabupaten Gowa, yang seharusnya menjadi pusat pelatihan utama bagi penyuluh pertanian, mendapat sorotan keras dari Lembaga Poros Rakyat Indonesia. Lembaga ini menyoroti kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan tanaman di lokasi tersebut.
BBPP Batang Kaluku, yang memiliki lahan luas dan dilengkapi dengan lahan pertanian untuk praktek, diharapkan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat petani. Namun, realitas yang terlihat justru sebaliknya. Tanaman di lokasi tersebut tampak tidak terawat, dan hasilnya jauh dari harapan.
Parawangsa Daeng Mattawang, Sekretaris Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia, menyampaikan rasa prihatinnya atas situasi ini. Menurutnya, kurangnya perhatian yang serius terhadap pemeliharaan tanaman di BBPP Batang Kaluku mencerminkan adanya pembiaran.
Lembaga Poros Rakyat Indonesia mendesak pihak terkait untuk lebih memperhatikan dan merawat tanaman di BBPP Batang Kaluku. Menurut mereka, perbaikan dalam perawatan tanaman dan pembinaan sangat diperlukan agar BBPP Batang Kaluku dapat menjadi tempat pelatihan yang berkualitas dan memberikan manfaat maksimal bagi para penyuluh pertanian.
“Masyarakat petani di Kabupaten Gowa patut mendapatkan contoh yang baik tentang bagaimana sistem pertanian yang benar. BBPP Batang Kaluku harus bisa menjadi tolak ukur tersebut,” tegas Parawangsa Daeng Mattawang.



















