Himbauan Lembaga Poros Rakyat Indonesia.
Petirnews. Net Makassar ,Waspada Modus penipuan klasik kembali muncul dan mengejutkan warga kota Makassar. Penipuan ini tidak hanya menargetkan masyarakat umum, tetapi juga para pengusaha. Modus operandi penipuan ini melibatkan selembar copyan sertifikat tanah yang diklaim memiliki nilai hingga miliaran rupiah, suatu klaim yang sangat fantastis.
Humas Lembaga Poros Rakyat Indonesia, menemukan beberapa indikator dari hasil investigasi di lapangan, seringnya fotokopi sertifikat tanah diklaim memiliki nilai miliaran rupiah, atas dasar itu banyak masyarakat korban dengan iming-iming bagi hasil.
Pertanyaan yang muncul, hebatnya pemilik fotokopi sertifikat ini dan bagaimana mungkin selembar fotokopi bisa dinilai senilai miliaran rupiah?
Fotokopi sertifikat ini tidak memiliki kekuatan hukum, sehingga muncul asumsi bahwa pemilik fotokopi sertifikat ini bukanlah orang biasa. Dugaan kuat muncul bahwa pemilik fotokopi sertifikat ini sedang mencari calon korban untuk ditipu dengan janji-janji manis dan iming-iming keuntungan besar.
Yang menarik setiap pelaku ketika sudah terjerat dengan tagihan menjadi sibuk memperalat sebagian pemerhati untuk di gunakan jasanya membantu dengan berbagai cara tampa memandang proses masalah yang menjerat pelaku.
Cenderung pelaku penipuan sibuk mencari dukungan dan simpati dari banyak pihak, seolah-olah dirinya adalah korban. Seringkali fakta yang terungkap justru sebaliknya. Pelaku penggadai sertifikat ibaratnya bagian dari sindikat penipuan yang menawarkan bagi hasil hanya dengan modal kertas Copian sertifikat kepada calon korban dengan iming-iming keuntungan fantastis.
Ironisnya, pemilik Copian sertifikat ini tampaknya tidak peduli dengan kerugian yang dialami oleh korban. Yang penting bagi mereka adalah dapat dipandang terhormat dan dihargai, meskipun uang yang di gunakan hidup di dapatkan dengan cara Menghinakan dirinya.
Inilah contoh manusia yang perlu aparat penegak hukum untuk di basmi jika perlu berikan hukuman sumpah atas nama keyakinannya.
namun person yang kerap gentayangan di masyarakat berpenampilan malaikat. Ramah dan santun di luar, namun di balik itu semua, ada jebakan yang siap menerkam para calon korban.
Humas Lembaga Poros Rakyat Indonesia menghimbau kepada segenap Masyarakat untuk senantiasa waspada jangan mudah di sanjung sanjung, di janjikan sesuatu lalu dengan santainya para pelaku bicara kerja sama dan bagi hasil, periksa dulu siapa orang yang ingin di ajak kerja sama, jangan sampai rumah saja masih lompat kiri kanan, lalu membranding rumah kontaknya seperti sebuah ISTANA.
Waspada dan tetap menjalin komunikasi dengan pihak pihak yang punya niat baik, bukan terhadap mereka yang pandai Menggadaikan kepercayaan dirinya.
Tutup Humas Lembaga Poros Rakyat Indonesia.
Ridwan Makkulau DR.



















