Petirnews.Net,Gowa Lembaga Poros Rakyat Indonesia.
Gowa, Sulawesi Selatan 20 April 2024
Proyek aspirasi yang bersumber dari Aspirasi anggota DPR-RI Embung ( penampungan air pompanisasi) tahun 2023 senilai 100 juta rupiah per lokasi di dua Desa Kec Parigi Gowa tampaknya telah salah sasaran dan dibuat asal-asalan.
Projek Aspirasi DPR-RI dalam hal ini Partai Golkar dan Gerindra memberikan harapan buat warga pedesaan, Tegas kami meminta kepada Anggota DPR-RI untuk mengawal Aspirasi tersebut, demi tercapainya tujuan Dana Aspirasi iti sendiri.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi Lembaga Poros Rakyat Indonesia melangsir dari masyarakat setempat, bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat justru tidak memberikan manfaat yang maksimal.
Proyek aspirasi ini seharusnya dirancang dan diimplementasikan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa dana digunakan secara efektif dan efisien. Sayangnya, hal ini tampaknya tidak terjadi..
Masyarakat merasa bahwa proyek ini tidak memenuhi harapan dan kebutuhan mereka, ironisnya salah satu prodak ini di Desa Manimbahoi ada lokasi yang monoton diarahkan satu titik, yakni tanah kepemilikan seorang Pejabat di Kabupaten Gowa.
Aliran airnya cuma di lahan pertanian milik Pejabat Kab Gowa pak, ucap warga seputaran lokasi projek tersebut.
Sebagai bagian dari sistem demokrasi, proyek aspirasi harus dijalankan dengan transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat berhak mengetahui rincian proyek, termasuk bagaimana dana digunakan dan apa manfaatnya bagi masyarakat.
Dalam hal ini, anggota DPR-RI yang memprakarsai projek tersebut harus bertanggung jawab dan memberikan penjelasan tentang proyek ini, namanya Perwakilan Rakyat wajib mengawal dan mengawasi prodak Aspirasi, bukan sekedar ditumpah, lalu dibiarkan begitu saja.
Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan dan transparansi tentang bagaimana dana sebesar 100 juta rupiah digunakan, ini soal manfaat dari sebuah bahasa perjuangan untuk mengatasnamakan KEPENTINGAN RAKYAT.
Masyarakat juga berharap bahwa proyek aspirasi di masa mendatang akan lebih baik direncanakan dan diimplementasikan, sehingga dana dapat digunakan dengan efektif untuk memajukan Desa dan kesejahteraan masyarakatnya.
Lembaga Poros Rakyat Indonesia dengan tegas menyatakan sikap akan mengawal semua kegiatan rojek entah dari Daerah maupun dari mana sumber Pendanaannya.
Sudah terlalau lama kegiatan projek di hampir semua kabupaten/kota mengalami SUNATAN MASSAL sehingga dari penganggaran yang sepatutnya sesuai PERENCANAAN akhirnya hasil tidak sesuai Fakta integritas yang disepakati antara penyedia Projet dengan Kontraktor atau pelaksana kegiatan, tutup team kerja Lembaga Poros Rakyat Indonesia.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada dari pihak Anggota DPR-RI memberikan konfirmasi, sekalipun sudah di hubungi.
Seakan akan mereka tidak tau.
Team Kerja Independen.
Lembaga Poros Rakyat Indonesia



















