Enrekang- Petirnews.net/Ajaran Islam, menjaga silaturahmi merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Namun, di era digital saat ini, konsep silaturahmi mengalami pergeseran makna. Hubungan antar sesama menjadi lebih mudah dijalin melalui teknologi, tetapi di sisi lain, kedekatan emosional sering kali terasa berkurang.
Fenomena “jauh tak berjarak, dekat tak bersentuh” menggambarkan kondisi di mana seseorang bisa berkomunikasi kapan saja dan di mana saja melalui media sosial atau aplikasi pesan instan, tetapi tanpa adanya sentuhan emosional yang mendalam. Dalam Islam, silaturahmi sejati bukan hanya sekadar saling menyapa atau bertukar pesan, tetapi juga tentang keterhubungan hati, perhatian yang tulus, dan kepedulian nyata.
Al-Qur’an mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, sebagaimana dalam Surah Al-Hujurat ayat 10: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Teknologi digital seharusnya menjadi sarana untuk mempermudah silaturahmi, bukan menggantikannya. Misalnya, dalam Islam, mengunjungi orang yang sedang sakit, bertemu keluarga di hari raya, atau duduk bersama dalam majelis ilmu memiliki keutamaan yang luar biasa. Hal-hal ini tidak bisa sepenuhnya tergantikan oleh panggilan video atau pesan teks.
Namun, Islam juga mengajarkan fleksibilitas. Ketika jarak dan kondisi menjadi penghalang, teknologi bisa menjadi alternatif untuk tetap menjaga komunikasi dan silaturahmi. Yang penting adalah niat yang tulus dan usaha untuk menjaga hubungan baik dengan sesama, meskipun hanya melalui pesan singkat atau panggilan telepon.
Dalam konteks ini, umat Muslim diingatkan untuk tidak hanya sekadar hadir secara virtual, tetapi juga menghadirkan kehangatan, perhatian, dan doa dalam setiap interaksi. Sebab, hakikat silaturahmi dalam Islam bukan sekadar koneksi digital, tetapi keterhubungan hati yang tulus demi meraih keberkahan dari Allah SWT.
(Yudi Emas)



















