Petirnews.Net-Gowa Kasus perundungan yang menimpa Muh Adam Hidayat (7) siswa SD kelas 2 Biringkaloro Desa Parangbanoa kecamatan Pallangga Kab Gowa Selasa 29 Agustus 2024 lalu akhirnya berujung damai korban yang telah mendapatkan kekerasan phisik dari kakak kelas nya Satria (11) kelas 5 SD menyebabkan Adam Hidayat mengalami cedera yang sangat serius di bagian kemaluan nya dimana korban tak bisa buang kecil merintih kesakitan dan akhirnya dilarikan kerumah sakit Ibnu Sina untuk di lakukan operasi.
Setelah viral nya pemberitaan tersebut di beberapa media online terhadap kasus perundungan anak di bawah umur yang di lakukan oleh seorang anak juga mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Gowa Adnan Purictha Ichsan Yasin Limpo dengan tegas memerintahkan Staf nya yakni Dinas Pendidikan dan Dinas PPA agar segera mengambil tindakan cepat untuk menjemput Adam Hidayat di rumah nya jalan Rappokalling Kota Makassar Minggu 1 Desember 2024 sekira pukul 2 .00 siang dia di bawah kerumah sakit Syehk Yusuf guna mendapatkan perawatan Dokter lantaran korban merasakan sakit pada dada dan perut nya setelah korban di aniaya berat oleh pelaku .
Pengakuan orang tua korban bahwa pihak sekolah (kepala sekolah) selaku orang yang bertanggung jawab akan hal ini seakan tidak peduli dengan pengaduan Ibu Adam “sucifitriani “akan penderitaan anak nya ,dia hanya meminta bentuk tanggung jawab pelaku dengan cara di mediasi oleh kepala sekolah namun tidak menemukan titik terang justru Sucifitriani seolah-olah di sentimen kepala Sekolah dan pelaku tidak punya itikad baik datang menemui korban di rumah nya sampai kasus ini di tangani oleh SSK Sulsel Restu dan pemerhati anak Jufri hingga pemberitaan nya di lansir beberapa media online .
Senin 2 Desember 2024 Sekertaris dinas pendidikan Gowa Hj Rike Susanti ST bersama Kadis Perlindungan anak dan perempuan(PPA) Hj Kawaidah Alham S.Sos . Msi mendatangi SDN Biringkaloro dengan maksud ingin bertemu kepala sekolah wali kelas bersangkutan guru nya orang tua Adam Hidayat dan orang tua pelaku Satria mereka akan di pertemukan untuk mengklarifikasi soal kasus tersebut,sekaligus upaya mediasi Dinas Pendidikan dan Dinas PPA kepada kedua belah pihak untuk di damaikan sehingga kasus ini tidak berlarut-larut dan tidak sampai ke ranah hukum.
Saat di lakukan mediasi turut hadir Lurah setempat Rust Siddiq,Binmas Irwan Fc,Babinsa serka Ansar,SSK ,Restu,Pemerhati anak Jufri,.
Bupati Andnan Puritcha selaku pemerintah daerah akan menanggung biaya pengobatan korban (Adam Hidayat) sampai Kesehatan nya pulih “Wal hasil mediasipun berhasil antara pihak korban dan pelaku di damaikan dan saling memaafkan begitu juga kepala sekolah,wali kelas dan guru bersangkutan sudah menyatakan kata maaf atas kehilafan nya sehingga hal tersebut tidak cepat di selesaikan pada saat kejadian itu Akhirnya memblunder masalah ini.
Saat jumpa pers di gelar di ruang guru “HJ Kawaidah menyampaikan”bahwa Bulying atau perundungan 46 persen berada di sekolah dan hal itu merupakan pelanggaran hukum mengenai UU perlindungan anak bullying adalah kejahatan yang tidak bisa di tolong ,bullying atau perundungan dapat mengakibatkan orang meninggal,cacat phisik dan gangguan spikologis semua kejahatan pasti ada konsekwensi nya “saya selalu katakan kalau ada kejadian di sekolah jangan masyarakat atau lembaga yang datang melapor ke dinas PPA ,sekolah ada satgas nya yang menangani kekerasan terhadap anak,dan kepala sekolah harus turun tangan serta bertanggung jawab jika ada kejadian Bulying di sekolah ,kalianlah yang semestinya melapor ke PPA”pungkas nya
Nah ada yang di katakan ramah anak di masjid,sekolah hal ini sudah di lakukan oleh nya itu kasus Adam di tutup ,dan Adam bersama kakak nya Alif Kembali bersekolah “ujar nya .
Hj Rike juga mengungkapkan semoga kasus ini selesai , pengawasan kepala sekolah guru BK dan Wali kelas tetap di optimalkan baik anak-anak sementara belajar maupun keluar main”Alhamdulillah Adam sudah di tangani oleh Pemda mudah-mudahan lekas pulih dan Kembali masuk belajar Tandas nya” ,tak luput pula Lurah setempat ikut membantu orang tua Adam biaya pengobatan 500 ribu rupiah sebagai bentuk kepedulian nya kepada warga nya “(Ani Hasan )



















