Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDesaSorotanTakalar

Warga Desa pa’rappunganta Kecewa, Mobil Pelayanan Desa Tak Bisa Digunakan Saat Darurat

373
×

Warga Desa pa’rappunganta Kecewa, Mobil Pelayanan Desa Tak Bisa Digunakan Saat Darurat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Takalar Pa’rappunganta –Petirnews.net/Seorang warga Desa Pa’rappunganta Muzakkir Dahlan dg Rewa mengungkapkan kekecewaannya setelah permintaan untuk menggunakan mobil pelayanan desa guna mengantar istrinya ke rumah sakit tidak mendapatkan respons yang diharapkan. Kejadian ini terjadi saat ia mendatangi rumah Kepala Desa Pa’rappunganta untuk meminta izin menggunakan mobil tersebut.

Menurut Muzakkir Dahlan Dg Rewa yang bersangkutan, ia langsung bertemu dengan istri kepala desa dan menyampaikan maksud kedatangannya. Ia menjelaskan bahwa istrinya Dg Ni,ning dalam kondisi sakit dan perlu segera dibawa ke Rumah Sakit Padjonga Daeng Ngalle. Namun, respons yang ia terima justru mengecewakan.

Example 300x600

“Ibu desa sempat bertanya kenapa saya datang. Saya pun menjelaskan bahwa saya ingin meminta tolong agar bisa menggunakan mobil pelayanan desa. Namun, setelah itu beliau masuk ke dalam kamar dan tidak segera memberikan jawaban,” ungkapnya.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya istri kepala desa keluar dari kamarnya. Namun, respons yang diberikan semakin membuat Muzakkir Dahlan dg Rewa tersebut kecewa. “Beliau hanya mengatakan bahwa pak desa sedang tidur dan tidak bisa dibangunkan. Padahal, ini adalah situasi darurat,” tambahnya.

Sebagai warga desa, ia merasa bahwa mobil pelayanan desa seharusnya bisa digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti ini. Menurutnya, kendaraan tersebut seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat tanpa harus melalui proses yang berbelit-belit.

“Saya tahu, bahwa mobil ini kan memang diperuntukkan untuk kepentingan warga. Tapi kenyataannya, saat saya benar-benar membutuhkannya, saya justru tidak bisa menggunakannya. Ini sangat mengecewakan,” keluhnya.

Saya pun mempertanyakan bagaimana jika orang lain berada di posisinya. Baginya, pelayanan desa seharusnya lebih responsif terhadap kebutuhan warganya, terutama dalam kondisi mendesak yang menyangkut nyawa seseorang.

Kejadian ini memicu perbincangan di kalangan warga lainnya yang juga mempertanyakan transparansi dan kemudahan akses terhadap fasilitas desa. Beberapa warga berharap agar pihak desa dapat memberikan klarifikasi dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Desa Pa’rappunganta terkait peristiwa ini. Warga berharap agar pelayanan publik di desa mereka dapat berjalan dengan lebih baik dan sesuai dengan tujuan awalnya, yakni melayani masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *